Beberapa hari yang lalu santer penyebaran olok-olok yang ditujukan kepada mantan ketua Muhammadiyah, Buya Syafi’i Maarif, mulai dari ujuran si tua bangka, si pikun, dan lain sebagainya. Pasalnya, ulama yang sudah berkepala delapan ini terkesan “membela” Ahok, yang menurut mereka sudah jelas-jelas bersalah karena telah menistakan agama. Siapa lagi kalau bukan si kanan -musuh bubuyan si kiri- yang reaksioner, mudah marah, mudah tersulut isu, dan memiliki semangat keagamaan yang membara. Untung yang diolok adalah Buya, seorang ulama yang sebenarnya tidak terlalu saya kenal -hanya mengenal lewat tulisanya saja. Itu saja sudah membuat saya risih. Andai Buya adalah Quraish Shihab, mungkin reaksi saya akan sedikit lebih lebay. Maklum, karena Pak Quraish telah banyak mengajarkan saya tentang keislaman melalui ceramah maupun karya-karyanya yang begitu memesona. Selain mampu membawa warna Islam yang santun dan damai, beliau dapat dikatakan memiliki karakter yang serba moderat. Waktu...
Berisi opini dan artikel seputar sosial-keislaman yang berprinsip moderasi dan independen