Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label opini

Andai Buya Syafii Maarif adalah Quraish Shihab

Beberapa hari yang lalu santer penyebaran olok-olok yang ditujukan kepada mantan ketua Muhammadiyah, Buya Syafi’i Maarif, mulai dari ujuran si tua bangka, si pikun, dan lain sebagainya. Pasalnya, ulama yang sudah berkepala delapan ini terkesan “membela” Ahok, yang menurut mereka sudah jelas-jelas bersalah karena telah menistakan agama. Siapa lagi kalau bukan si kanan -musuh bubuyan si kiri- yang reaksioner, mudah marah, mudah tersulut isu, dan memiliki semangat keagamaan yang membara. Untung yang diolok adalah Buya, seorang ulama yang sebenarnya tidak terlalu saya kenal -hanya mengenal lewat tulisanya saja. Itu saja sudah membuat saya risih. Andai Buya adalah Quraish Shihab, mungkin reaksi saya akan sedikit lebih lebay. Maklum, karena Pak Quraish telah banyak mengajarkan saya tentang keislaman melalui ceramah maupun karya-karyanya yang begitu memesona. Selain mampu membawa warna Islam yang santun dan damai, beliau dapat dikatakan memiliki karakter yang serba moderat. Waktu...

Pahlawan. Masih Adakah?

Pahlawan. Masih Adakah? “Siapa saja yang berani berkorban dalam menegakkan kebenaran, mereka sudah layak disebut sebagai pahlawan” Kalau harus menjawab jujur bagaimana keadaan Indonesia saat ini, dengan tanpa malu aku menjawab is getting bad . Memang seperti itu keadaannya, dan sempurnanya, itu terjadi di semua lini kehidupan. Mulai dari persoalan politik, ekonomi, sosial, budaya, sampai agama. Kalau ada bidang lain yang belum tersebutkan, iya itu juga termasuk. Pelakonnya pun dari semua kalangan. Dari yang atas, bawah, kiri, tengah, kanan, atas kekiri-kirian, bawah kekanan-kananan. Pokoknya semua lah. Di negeri ini, sebagai contoh, presidennya saja malah kabur saat “anak-anaknya” mengadu. Padahal dalam sebuah kesempatan ia pernah berkata akan memberi hidangan terbaik bagi siapa saja yang datang bertamu ke rumah mewahnya. Bahkan dalam guyonannya ia rindu untuk dikunjungi “anaknya” yang sudah lama tak mendatanginya. Temannya mengatakan kalau ia sedang kerja di luar dan s...

Masa Depan 411

Di malam hari saat anakku sedang belajar sejarah islam Indonesia. “Ayah, ayah tahu kan peristiwa 411?” “Iya anakku.” “Apakah ayah juga berada disana?” Sambil tersenyum sembari mengelus rambut halusnya, aku berkata, “Ayah tidak ada disana, nak.” “Kenapa? bukankah saat itu semua umat muslim dari berbagai penjuru bumi pertiwi bersatu, berkumpul di Jakarta. Dalam bukuku ini bahkan tertulis jumlah massa diperkirakan mencapai jutaan. Mengapa ayah tidak termasuk di dalamnya?” tanyanya dengan wajah agak kecewa. “Begini nak. Waktu itu ayah sedang belajar di suatu tempat yang menjadikan ayah tidak memungkinkan untuk turut serta dalam aksi 411. Selain itu tidak semua umat muslim bergabung disana, nak.” “Kok bisa? bukankah Ahok sudah melakukan penghinaan terhadap agama kita?” tanya anakku sambil menggaruk-garukkan kepalanya. “Umat muslim itu beragam, nak, yang tentunya menghasilkan reaksi yang berbeda-beda pula. Ada yang merasa kalau Ahok itu telah melakukan penistaan, tap...

Ahok dan 4 November

sumber: http://sulsel.pojoksatu.id/ Lagi-lagi harus menulis tentang Ahok. Kontroversional banget sih ini orang. Saking kontroversinya, mungkin meskipun nanti dirinya telah dimakan tanah, namanya akan selalu dikenang oleh para sejarawan maupun akademisi. Dan aku kira salah satu hal yang akan mereka perbincangkan adalah peristiwa 4 November mendatang, dimana Habib Rizieq bersama bala tentaranya konon akan melakukan demo ultraakbar melawan Ahok, yang katanya telah melakukan penistaan agama saat memberikan “kuliah” kepada warga Kepulauan Seribu. Sungguh aku sendiri sangat menyayangkan kesemberonoannya yang pada akhirnya sekurang-kurangnya menimbulkan dua buah kerugian. Pertama, tanpa menutup mata, kejadian ini tentu telah merugikan dirinya sendiri, karena secara pragmatis akan sulit membuatnya lolos menjadi orang nomor satu se-DKI lagi, sembari di sisi lain membuka jalan yang selebar-lebarnya bagi pasangan Anies-Uno. Kedua, dan ini yang paling disesalkan, membuat hubungan Muslim...

Warna Kita: Three in One Story

Warna Kita: Three in One Story sumber: blog.negerisendiri.com Malam itu, tidak sesuai rencana awal, akhirnya aku putuskan untuk pergi ke Surabaya bersama teman seperguruan Elfast, Ilham. Tadinya hanya ingin meminjam motornya, tapi setelah dia berpikir keras, wal hasil dia ngotot mau mendampingiku. Paginya, setelah mandi dan shalat subuh, kami langsung menancap gas menuju kota pahlawan. Apalagi kalau bukan karena ingin memburu buku. Big Bad Wolf Books dengan sombongnya menebar buku-buku import yang dijual dengan potongan 60-80%  all books di JX International, Jln. Ahmad Yani, Surabaya. Siapa yang tidak ngiler. Di sisi lain dengan ini aku menyatakan bahwa balas dendamku fix terpenuhi setelah gagal meraih buku-buku murah seharga 5.000-10.000 yang digelar di Bandung. Tanpa disadari, bukan hanya buku yang kuraih, pun pengalaman berharga lainnya yang tidak disangka-sangka sebelumnya. Kami melewati kecamatan Ngoro, Jombang. Tiada kata yang pantas diucap selain ketakjuban ke...

Tuhan

Siapa bilang “tuhan” telah mati? betapa bodoh orang yang menyatakan demikian. Lah wong sepanjang 24 jam nafas saya berhembus, saya senantiasa melihat orang-orang sedang menyembahnya. Malah kadang hati saya berdebar-debar, kok bisa-bisanya mereka bermesraan dengannya, atau mungkin husnudzan saya menyimpulkan bahwa kedudukan abd (hamba, budak) telah merasuk di kalbu mereka. Benar sekali saat ayat Alquran menyatakan bahwa “tuhan” itu sungguh dekat dengan makhluknya (manusia), baik itu secara fisik maupun psikis. Bahkan saking dekatnya, kadang saya sampai merasa kalau “tuhan” jangan-jangan telah bersatu dengannya. Baginya mengingat “tuhan” dalam lima waktu sudah menjadi kegiatan ritual yang basi karena seperti menunjukkan kekurang-rendahatian manusia terhadap sesuatu yang extraordinary. Bagaimana mungkin “tuhan” hanya disembah dalam waktu-waktu tertentu. Yang mereka inginkan adalah “tuhan” yang selalu hadir di sepanjang hidupnya. Lihatlah saat mereka baru bangun tidur. Walaupun otakn...

Kesalahpahaman di antara Muslim-Kristen

Kesalahpahaman di antara Muslim-Kristen Gambar dikutip dari https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg5HfUzxu9ofsqJXeZInVZkYpBxrmvrb-KNsMpjosUbzmRQeaT6dj0o6htCKzPniBehqqnZF1DW1_i5Qir8nnfyyw9jET5eo_42MyCv9mb944IGVapj7LRKOIAJVSl_cTDxW3dLt2DR9anM/s1600/nikah+beda+agama.jpg Nyatanya mayoritas masyarakat dunia saat ini mengaku berafiliasi dengan agama Islam dan Nasrani, terlepas apakah mereka benar-benar mengikuti ajaran Isa dan Muhammad. Dan Indonesia, menurut Saya dapat dikatakan sebagai miniatur dunia karena penduduknya yang mayoritas beragama Islam dan Nasrani (Katolik dan Kristen) dimana mereka dapat berkembang pesat tanpa pertetangan yang signifikan. Satu hal yang secara sunnahtullah tidak dapat dihindari, yaitu interaksi di antara keduanya, baik interaksi positif maupun negatif. Sayangnya, dekade belakangan interaksinya cenderung menuju ke arah negatif, bahkan tidak sehat. Walaupun di sana sini terdapat usaha untuk mengeratkan hubungan di antara kedua...

Ahok dan Benturan Muslim-Kristen

Ahok dan Benturan Muslim-Kristen Adanya tambal sulam guna menjalin hubungan Muslim-Kristen yang lebih baik telah terjadi dalam beberapa waktu belakangan ini. Mereka, pelan tapi pasti, bersinergi menutup luka lama yang telah ditorehkan oleh para leluhurnya. Mungkin perang salib dan peristiwa pengeboman gedung WTC menjadi dua contoh kasus yang memelukan jahitan ekstra untuk diobati. Maka, seharusnya kita perlu mengapresiasi kerja keras para “dokter” perdamaian yang setiap tetes keringatnya memiliki peran suci dalam menyumbang perubahan yang lebih baik bagi hubungan penganut dua agama terbesar di dunia ini. Bukan hanya mengapresiasi, melainkan wajib memelihara, dan mengembangkannya. Dan hari ini, alih-alih memelihara, kita malah kembali merusaknya. Adalah Ahok yang sekarang sedang menjadi bulan-bulanan mayoritas umat Muslim Indonesia karena pernyataannya yang kontroversial di dalam sebuah kesempatan. Kebetulan ceramahnya terekam penuh dan dapat ditonton dengan mudah di youtub...