Langsung ke konten utama

Download GRATIS Goodnews e-magazine & Peace Newsletter

Kali ini saya dengan senang hati mau membagikan 2 buah majalah elektronik kepada pembaca budiman. 2 majalah ini memiliki perhatian besar terhadap perdamaian. Semoga bermanfaat.




Goodnews e-magazine

Edisi 1 (Desember 2016)
http://break.pe.hu/

Edisi 3 (April 2017)
http://breakpos.com/2017/04/28/goodnews-magazine-edisi-april-2017/


Peace Newsletter

Edisi Mei 2017
http://yipci.org/peacenews-mei-2017/ (Indonesia)
http://yipci.org/peace-news-english-may17/ (Inggris)

Edisi April 2017
http://yipci.org/peace-news-edisi-april-2017/ (Indonesia)
http://yipci.org/english-peace-news-april-2017/ (Inggris)

Edisi Maret 2017
http://yipci.org/3095-2/ (Indonesia)
http://yipci.org/english-peacenews-seventh-edition-march-2017/ (Inggris)

Edisi Februari 2017
http://yipci.org/peacenews-edisi-4-februari-2017/ (Indonesia)
http://yipci.org/english-peacenews-sixth-edition/ (Inggris)

Edisi Januari 2017
http://yipci.org/peacenews-edisi-3-januari-2017/ (Indonesia)
http://yipci.org/english-peacenews-fifth-edition/ (Inggris)

Edisi Desember 2016
http://yipci.org/peacenews-edisi-9-desember-2016/ (Indonesia)
http://yipci.org/english-peacenews-fourth-edition/ (Inggris)

Edisi November 2016
http://yipci.org/peacenews-edisi-10-november-2016/ (Indonesia)

Edisi Oktober 2016
http://yipci.org/peacenews-edisi-19-oktober-2016/ (Indonesia)
http://yipci.org/english-peacenews-second-edition/ (Inggris)

Edisi September 2016
http://yipci.org/peacenews-edisi-september-2016/ (Indonesia)
http://yipci.org/peacenews-english-september2016/ (Inggris)

Edisi Juli 2016
http://yipci.org/peacenews-edisi-juli-2016/

Edisi Juni 2016
http://yipci.org/peacenews-edisi-juni-2016/

Edisi Mei 2016
http://yipci.org/peacenews-edisi-mei-2016/

Edisi April 2016
http://yipci.org/yipc-newsletter-peace-news-april-2016/


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perlukah bertuhan? Juga Perlukah Beragama?

#BookReview ke-2 Awalnya saya ragu untuk me-review buku The God Delusion karangan Richard Dawkins, seorang ateis ahli etologi asal Inggris, yang dapat dikatakan merupakan salah satu “kitab sucinya” para ateis kontemporer. Untuk itu sedari awal saya hendak memberi tahu bahwa upaya pe-review-an buku jenis ini bukan berarti sebuah ajakan untuk menjadi seorang ateis, bukan, melainkan undangan kepada para pembaca, khususnya umat muslim, untuk dapat memeriksa kembali keyakinannya. Apakah benar keyakinan akan keislamannya dapat dibuktikan, didemonstrasikan atau sekadar keyakinan taken for granted dari orangtua dan lingkungannya. Frasa “agama warisan” yang pernah dituturkan Afi Nihaya Faradisa, remaja SMA yang sempat viral beberapa bulan lalu, mungkin cocok untuk menggambarkan persoalan ini. Buku hasil terjemahan Zaim Rofiqi setebal 522 halaman ini diterbitkan oleh penerbit Banana pada tahun 2013 berkat sokongan Dr.Ryu Hasan, seorang dosen di Universitas Airlangga yang diduga kuat j...

Harun Nasution: Biografi dan Pemikirannya

HARUN NASUTION: BIOGRAFI DAN PEMIKIRANNYA Diajukan untuk memenuhi tugas makalah mata kuliah Pemikiran Islām Kontemporer yang diampu oleh Dr . Endis Firdaus, M.Ag dan Cucu Surahman, M.Ag, MA Oleh M. Jiva Agung                        (120 2282 ) PROGRAM STUDI ILMU PENDIDIKAN AGAMA ISLĀM FAKULTAS PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA BANDUNG 20 1 5 KATA PENGANTAR Puji dan Syukur kami panjatkan kepada All ā h karena berkat limpahan Rahmat dan Karunia-Nya saya dapat menyusun makalah ini tepat pada waktunya. Makalah ini membahas tentang “Harun Nasution: Biografi dan Pemikirannya”. Saya menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, baik dari bentuk penyusunan maupun materinya. Maka dari itu, harapan saya semoga makalah ini dapat membantu...

Membandingkan Islamnya Quraish Shihab[1] dengan Haidar Bagir[2]

Sebenarnya, agak kurang cocok untuk membandingkan mereka berdua sebab, meskipun keduanya dapat dikatakan sebagai ulama sekaligus cendekiawan, tetapi setiap person memiliki kecenderungannya masing-masing. Shihab misalnya, ia lebih cocok disebut sebagai ulama dibanding cendekiawan karena uraian-uraiannya yang sederhana dan mudah dimengerti orang awam walau bukan berarti pembahasannya tak mendalam. Sedangkan Bagir cenderung terlihat sebagai seorang cendekiawan karena suka mengangkat isu-isu yang hanya dimengerti kontennya oleh kalangan tertentu saja. Jika yang pertama suka membahas seputar hal-hal yang biasa dipaparkan oleh kalangan ulama tradisional, seperti soal akidah, akhlak, dan syariah dengan balutan ilmu tafsir (sebab memang itulah keahliannya), yang kedua lebih memfokuskan dirinya pada kajian kefilsafatan, filsafat Islam, dan tasawuf. Betapa pun demikian, saya akan mencoba untuk membandingkan titik-titik temu di antara keduanya.  Baik Shihab maupun Bagir serin...