Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2013

Ratapan Kesedihanku

Tulisan ini hanyalah secercah pengalamanku selama berkecimpung dalam dunia keislaman di kampus. Penuh dengan lika-liku. Beragam pemikiran bertemu disini, dari yang paling fundamental sampai yang sok liberal. Wah bahagianya. Tetapi ada beberapa hal yang menganggu hati ini. Mengapa harus saling menghujat? Mengapa kelompok yang satu merasa paling benar dan kelompok yang lain salah? padahal semboyan mereka adalah kesatuan umat. Apa surga hanya untuk kalian? Bukankah perbedaan itu adalah suatu anugerah dari Tuhan yang memang adalah suatu keniscayaan. Karena menurutku, kalau kita semua itu sama dalam berbagai hal –begitu juga dengan masalah agama-, lantas apa bedanya kita dengan para malaikat? Tuhan menciptakan manusia berbeda-beda supaya saling-mengenal. Supaya saling mengisi satu sama lain, karena tidak ada dari kita yang sempurna dan tak luput dari dosa. Pernah aku menghadiri kajian unit kegiatan mahasiswa (UKM) keislaman yang ada dikampus. Aku berharap bisa mendapat ilmu yang mu

Puisi Terulang Kembali

Mawar-mawar menunduk tersipu malu Bahkan tak mau tersenyum walau sedikit Apakah itu kesombongan? Induk burung melesat pulang ke kandangnya Anak-anak kucing menggigil kedinginan Tikus-tikus berlarian begitu girangnya Rumah itu hanya sepetak Tetapi belakangan ini amat ramai Suaranya sahut-menyahut Teringat yang tak mau diingat Masa lalu .. oh masa lalu Tetap indah walau kutatap sinis Saat kita bersama hujan… Yang dulu rintiknya membasahi ponimu.. Kini datang kembali..

Puisi- Bukan Begitu

Aku terlahir memang seperti ini.. Bukan begitu, bukan seperti anggapanmu.. Aku itu aku, dengan keakuan ku.. Sungguh keliru yang menilaiku.. Mungkin cukup Tuhan yang tahu.. Bahwa aku ini bukan begitu.. Rasa gelisah ini memang selalu ada.. Tapi beginilah aku.. Kumohon jangan paksakan kehendak.. Sungguh,, kalian tak akan mengerti.. Jika memaksa.. Perhatikan saja pohon kecil dibawah pohon besar itu.. Yup,, aku bagaikan pohon kecil itu.. Terimakasih Kawan..

Ummatan Wasaṭan

Saya menulis ini bukan karena merasa sudah benar, tapi hanya ingin mengungkapkan apa yang ada di benak. Dan tak ada salahnya untuk diutarakan kepada teman-temanku yang gemar membaca. Sungguh kalian tak mengabaikan firman Allah, “ iqra ”. Tak lupa ucapan terima kasih saya ucapkan kepada teman-teman, —apakah itu akhwat/ ikhwan, atau cewe/cwo, tapi penulis lebih senang menggunakan kata lelaki/perempuan— yang telah mau meluangkan waktunya untuk membaca tulisan ini. Jika boleh saya berpendapat, umat islam ini sedang berada dalam keadaan yang paradoks. Di satu sisi saya melihat ada beberapa orang yang merasa paling tahu tentang agamanya. Sudah berani menjustifikasi golongan ini dan itu salah. “ Kami yang paling benar, kami yang paling tahu hukum Tuhan, apakah kalian tidak membaca kitab bahwa Tuhan berkata ini, berkata itu? ” itulah ungkapan-ungkapannya. Padahal tidak, sesungguhnya mereka hanya mengetahui sedikit saja. Mereka itulah yang masih berfikiran picik…Hanya karena berbeda