Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2016

Rapot Untuk Mamah

Mah, sejujurnya, Jiva harus membela-belakan diri untuk meluangkan waktu menulis tulisan singkat ini. Ya karena penyakit vertigo ini membuat Jiva –sedikit banyak- kehilangan keseimbangan. Rasanya bagaikan seseorang yang sedang berada di laut dengan hanya mengandalkan sebuah sampan kecil. Riak dan ombak adalah penghalang utama. Kurang lebih seperti itu keadaannya. Tapi tenang saja, karena semuanya akan baik-baik saja. Tidak usah terlalu dipikirkan. Jadi begini. Jiva teringat kalau hari ini adalah hari ibu. Entah kenapa, Jiva ingin memberi sesuatu kepada mamah. Di umur yang ke-22 ini sejujurnya Jiva merasa belum bisa memberi sesuatu yang berarti kepada keluarga, terutama mamah, orang nomor satunya Jiva. Mamah tahu sendiri kalau Jiva itu orangnya cuek, jarang menelpon, memberi/menanyakan kabar, bahkan kalau sedang berada di rumah pun, Jiva tak banyak membantu. Di suruh mengepel saja, itu sudah agak berat. Bukan apa-apa, karena, sebagaimana sudah mamah ketahui, Jiva itu pemalas. Empa

Parade Sesat-Menyesatkan: Sulitnya Menggapai Kebenaran*

“Kata” parade di sini aku pakai karena sekarang sedang menjadi kosa kata yang paling nge-hits sebumi pertiwi. Ya, apalagi kalau bukan karena kasus Ahok. Tapi tenang, aku tidak akan membahas soal itu lagi. Bosan, dan mual juga. Tapi kalau kalian penasaran bagaimana pandanganku soal 212, sejujurnya aku tidak setuju dengan kegiatan tersebut. Alasannya? sebagian sudah banyak disinggung oleh golongan yang menolaknya. Betapapun, alih-alih menghina atau mencerca, aku tetap menghargai pandangan para “jihadis” follower Habib Rizieq. Kembali ke topik utama, kata parade dalam tulisan ini lebih ditujukan kepada kelompok yang berprofesi sebagai “tuhan” karena memiliki sifat Al-Haq, Yang Maha Benar. Yang berbeda dengannya otomatis sesat, salah, dan tertolak. Beberapa hari belakangan ini aku sedang merasakan kekrisisan iman. Kata salah satu temanku hal itu disebabkan karena aku sekarang adalah seorang pengagguran, punya banyak waktu kosong. Memang benar adanya. Tapi tahukah engkau, demi Al