Langsung ke konten utama

PENGARUH HANDPHONE DAN INTERNET TERHADAP PERKEMBANGAN REMAJA



PENGARUH HANDPHONE DAN INTERNET TERHADAP PERKEMBANGAN REMAJA
MAKALAH
Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas kelompok mata kuliah Perkembangan Peserta Didik






   Disusun Oleh
M. Jiva Agung W  (1202282)




ILMU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
BANDUNG
2012


KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Ilahi Robbi berkat rahmat dan karunia-Nya Kami dapat menyelesaikan makalah ini. Salawat serta salam semoga tercurah limpahkan kepada sang revolusiner dunia, Rasulullah SAW, keluarga, para sahabat, tabiat tabiin dan seluruh umatnya sampai akhir zaman yang patuh dan taat kepada ajarannya. Amin.
Makalah ini Saya susun untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Perkembangan Peserta Didik. Kami mengucapkan terimakasih kepada Bapak Ibrahim atas bimbingannya, serta kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini.
Saya menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini terdapat banyak kekurangan dan jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang dapat membangun sebagai bahan masukan untuk penulis di masa yang akan datang. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Amin.








Bandung, 7 Desember 2012


Peneliti



DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR    i
DAFTAR ISI    ii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang    1
1.2    Rumusan  Masalah    2
1.3    Tujuan  Makalah    2
1.4    Metode Penulisan    2
1.5    Manfaat Pembuatan Makalah    3
1.6    Sasaran Penelitian    3
1.7    Tujuan Penelitian    3
BAB II PEMBAHASAN
2.1    Landasan teori    4
2.2    Kesalahan    6
2.3    Tindakan Menghindari Penyalahgunaan Teknologi Komunikasi    7
BAB III ANALISIS
3.1    Analisis Teoritis    9
3.2    Analisis Praktis    9
3.3    Metode Penelitian    10
BAB IV PENUTUP
4.1    Kesimpulan    11
4.2    Saran    12
DAFTAR PUSTAKA    13


BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Kehidupan manusia yang bermula dari kesederhanaan kini menjadi kehidupan yang bisa dikategorikan sangat modern. Hal ini merupakan dampak yang timbul dari hadirnya teknologi. Teknologi adalah sesuatu yang bermanfaat untuk mempermudah semua aspek kehidupan manusia. Penggunaan teknologi oleh masyarakat menjadikan dunia teknologi semakin lama semakin canggih. Komunikasi yang dulunya memerlukan waktu yang lama dalam penyampaiannya, kini dengan teknologi segalanya menjadi sangat cepat dan seakan tanpa jarak.
Tentu kemajuan teknologi ini menyebabkan perubahan yang begitu besar pada kegiatan umat manusia dengan segala peradaban dan kebudayaannya. Perubahan ini juga memberi dampak yang begitu besar terhadap transformasi nilai-nilai yang ada dalam masyarakat. Khususnya masyarakat dengan budaya dan adat ketimuran seperti Indonesia. Saat ini di Indonesia dapat kita saksikan begitu besar pengaruh kemajuan teknologi terhadap nilai-nilai kebudayaan yang dianut masyarakat, baik masyarakat kota maupun masyarakat pedesaan. Kemajuan teknologi seperti radio, televisi, dan telepon, bahkan internet bukan hanya melanda pada masyarakat kota, namun juga telah dapat dinkmati oleh masyarakat di pelosok-pelosok desa. Akibatnya, segala informasi baik yang bernilai positif maupun negatif, dapat diakses dengan mudah oleh masyarakat. Dan diakui atau tidak, perlahan-lahan mulai mengubah pola hidup dan pola pemikiran masyarakat khususnya kepada golongan remaja kita saat ini.
Awalnya teknologi diciptakan untuk mempermudah setiap kegiatan manusia. Kini teknologi telah berkembang pesat dan semakin canggih sehingga terjadi penambahan fungsi teknologi yang semakin memanjakan kehidupan manusia. Contohnya adalah handphone dan internet.  Di awal kemunculannya, handphone hanya dimiliki oleh kalangan tertentu yang benar-benar membutuhkannya demi kelancaran pekerjaan mereka. Namun seiring perkembangan zaman, handphone telah dimiliki oleh semua kalangan baik yang benar-benar membutuhkan maupun yang kurang membutuhkan, tak terkecuali para remaja. Internet tidak hanya sekedar teknologi untuk mencari informasi. Internet juga menyediakan berbagai hal seperti jejaring sosial yang sangat populer di kalangan remaja.
Contoh positif dari penggunaan komunikasi adalah memanfaatkan teknologi ini untuk membantu mereka dalam proses pembelajaran. Sedangkan contoh negatif dari penggunaan teknologi antara lain menggunakan handphone dalam proses belajar mengajar serta mengakses situs porno melalui internet.
   

1.2    Rumusan  Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah diatas, maka permasalahan dalam makalah ini adalah :
1.    Bagaimana dampak negatif dari kemajuan teknologi bagi remaja ?
2.    Apa tindakan yang harus dilakukan remaja untuk menghindari penyalahgunaan teknologi ?

1.3    Tujuan  Makalah
Makalah ini bertujuan :
1.    Untuk mengetahui dampak negatif dari kemajuan teknologi bagi remaja
2.    Untuk mengetahui tindakan yang harus dilakukan remaja untuk menghindari penyalahgunaan teknologi

1.4    Metode Penulisan
Adapun metode penelitian yang dilakukan oleh penulis dalam melakukan pengumpulan data yang dibutuhkan adalah sebagai berikut :
1.    Observasi yaitu suatu metode yang dilakukan oleh penulis dengan melakukan penelitian langsung ke lapangan yang dilakukan secara terarah dan sistematis didalam melakukan pengumpulan data.

2. Studi Pustaka yaitu suatu metode didalam pengumpulan data dengan cara melakukan pengkajian terhadap sumber-sumber yang autentik seperti dengan membaca buku-buku, serta literature dari internet yang berhubungan dengan permasalahan.

1.5    Manfaat Pembuatan Makalah
Adapun manfaat dari pembuatan makalah ini diantaranya :
1.    Dapat menambah wawasan penulis dan khalayak tentang hal-hal yang berhubungan dengan pengaruh kemajuan teknologi komunikasi terhadap remaja
2.    Sebagai bahan referensi untuk pembaca
3.    Dapat melatih mahasiswa pada umumnya dan penulis khususnya dalam mengembangkan wawasan diri untuk menyusun buah pikiran secara sistematis dalam bentuk makalah
1.6    Sasaran Penelitian
Adapun sasaran yang dituju dalam penelitian ini adalah para remaja pengguna teknologi, terutama handphone dan internet

1.7    Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh handphone saat ini bagi remaja








BAB II
PEMBAHASAN
2.1    Landasan teori
    Teknologi merupakan pengetahuan terhadap penggunaan alat dan kerajinan, dan bagaimana hal tersebut mempengaruhi kemampuan untuk mengontrol dan beradaptasi dengan lingkungan alamnya. Teknologi juga dapat diartikan sebagai alat-alat yang dibuat atau yang dirancang manusia yang bertujuan unuk mempermudah kegiatan-kegiatan manusia. (Juniar : 2012)
    Komunikasi adalah suatu proses penyampaian informasi (pesan, ide, gagasan) dari satu pihak ke pihak yang lain agar terjadi saling mempengaruhi diantara keduanya.
    Jadi, teknologi konunikasi adalah sistem elektronik yang digunakan untuk berkomunikasi antar induvidu atau kelompok orang. Teknologi komunikasi memfasilitasi komunikasi antar induvidu atau kelompok orang yang tidak bertemu secara fisik di lokasi yang sama. Teknologi komunikasi dapat berupa telepon, fax, radio, televisi, e-mail dan lain sebagainya.
Tambunan dalam blognya menyatakan bahwa memang tidak dapat disanggah bahwa teknologi komunikasi memiliki dampak yang baik. Disini saya akan memaparkan manfaat dari pemakaian handphone dan internet khususnya bagi remaja, diantaranya :
-    Internet sebagai media komunikasi
Dimana setiap pengguna internet dapat berkomunikasi dengan pengguna lainnya di seluruh penjuru dunia, begitu juga untuk para remaja, media internet ini sangat menguntungkan mereka. Mereka yang telah berpisah dengan temannya, ataupun yang hidup jauh dengan keluarganya tetap dapat berkomunikasi melewati media ini dengan menggunakan sosial media seperti facebook, twitter, dll
-    Media pertukaran data
Dengan menggunakan e-mail, newsgroup, ftp, dan www (world wide web) para pengguna internet diseluruh dunia dapat saling bertukar informasi dengan cepat dan murah
-    Media untuk mencari informasi atau data
Perkembngan internet yang pesat, menjadikan www. sebagai salah satu sumber informasi yang penting dan akurat.
-    Fungsi komunitas
Internet membentuk masyarakat baru yang beranggotakan para pengguna internet dari seluruh dunia.
-    Mempermudah proses pembelajaran
Layanan online ini dapat terdiri dari berbagai tahapan dari proses program pendidikan seperti : pendaftaran, test masuk, pembayaran perkuliahan, penugasan kasus, pembahasan kasus, ujian, penilaian, diskusi, pengumuman, dll.
-    Mempermudah komunikasi untuk menyambung silahturahmi
Seperti pada handphone yang memungkinkan kita berkomunikasi dengan orang di daerah lain ataupun di negara lain.
-    Sarana untuk hiburan
Beberapa perangkat hasil dari handphone menyediakan fasilitas game, audio, dan video.
-    Kemudahan bertransaksi dan bebisnis
-    Remaja tidak gagap teknologi
Peserta didik dapat mengikuti perkembangan era teknologisasi dunia dan peserta didik dapat lebih produktif, efektif dan efisien dalam waktu, energi dan biaya karena ada sasaran komunikasi yang memudahkan urusannya.

2.2    Kesalahan
Melihat kemajuan dari teknologi komunikasi itu sendiri, terutama pada handphone dan internet, saya melihat adanya ketidaksesuaian seperti pada landasan teori yang telah saya jelaskan diatas. Saya mengganggap ini adalah persoalan yang penting sehingga saya perlu untuk meluruskannya, terutama bagi kalangan remaja pada saat ini. Adapun kesalahan yang dilakukan para remaja terhadap penyalahgunaan penggunaan teknologi komunikasi  menurut Setiono dalam blognya seperti pada penggunaan handphone dan internet antara lain adalah :
-    Penyalahgunaan fitur yang terdapat dalam handpone
Handphone yang telah berkembang pada saat ini, telah memberikan fitur-fitur yang canggih seperti: kamera, games, musik, internet yang memang fungsinya untuk memudahkan dan memanjakan manusia dalam melakukan aktivitasnya. Tetapi hal tersebut disalahgunakan oleh remaja saat ini. Tidak jarang mereka disibukkan dengan menerima panggilan, sms, miscall dari teman mereka bahkan dari keluarga mereka sendiri. Lebih parah lagi ada yang menggunakan handphone untuk mencontek (curang) dalam ulangan. Bermain game saat guru menjelaskan pelajaran dan sebagainya. Jika hal tersebut dibiarkan, maka generasi yang kita harapkan akan menjadi budak teknologi.
-    Penyalahgunaan perangkat keras pada handphone
Adanya headset sebagi alat bantu untuk mendengarkan musik ternyata juga disalahgunakan oleh para remaja, padahal produsen handphone tersebut telah memberi peringatan masalah headset, dengan memberi batasan waktu dalam penggunaannya karena akan berdampak negatif pada pengguna. Apabila menggunakan headset terlalu lama akan mengakibatkan kerusakan pada alat pendengaran kita, selain iu di dalam handphone juga terdapat radiasi yang akan merusak organ-organ yang terdapat dalam tubuh.
-    Perubahan pola pikir pada remaja
Banyak para remaja yang menggunkan handphone sebebas-bebasnya tanpa peduli dengan waktu
-    Pemborosan
Dengan mempunyai handphone, pengeluaran akan bertambah, apalagi jika handphone hanya digunakan untuk hal-hal yag tidak bermanfaat, maka akan hanya menjadikan suatu keborosan.


2.3    Tindakan Menghindari Penyalahgunaan Teknologi Komunikasi
    Dari tindakan-tindakan penyalahgunaan teknologi pada remaja tersebut, perlu adanya antisipasi dan penanggulangan sehingga penggunaan teknologi komunikasi dapat sesuai dengan landasan teori diatas. Adapun beberapa cara mengantisipasinya yaitu :
-    Adanya kerjasama yang selaras antara pihak sekolah  baik di tingkat SMP, SMA, maupun Universitas dengan orang tua dalam hal pengawasan kegiatan didalam maupun diluar sekolah.
-    Gunakan teknologi yang ada untuk menjalin hubungan yang lebih intens dengan orang-orang yang yang telah anda kenal di dunia nyata. Jangan terobsesi mencari teman-teman baru di jejaring sosial.
-    Tidak membawa handphone ke sekolah atau mematikan handphone saat pelajaran berlangsung agar tidak mengganggu konsenterasi dalam belajar.
-    Ketika di dalam rumah sebaiknya mengatur waktu sebaik-baiknya antara belajar dengan memanfaatkan teknologi komunikasi seperti handphone, internet, dll.
-    Hindari dari mengakses situs porno atau mendownload konten-konten porno.
-    Memanfaatkan teknologi komunikasi seperlunya.
-    Memberikan porsi pendidikan mental spiritual keagamaan yang sepadan baik di sekolah, maupun di lingkungan keluarga.
-    Orang tua harus pro aktif dalam menanyakan kegiatan yang dilakukan oleh anaknya. Jangan dibiarkan berjalan sendiri tanpa arah.
Dalam hal ini, pengawasan dari orang tua juga sangat penting. Mengingat kenakalan remaja dilakukan oleh mayoritas para remaja yang kurang mendapat perhatan dari orang tua. Menurut Gunarsa (2000) di dalam bukunya menyatakan bahwa dalam hal ini orang tua harusnya mengerti kondisi kejiwaan anak, terlebih lagi mereka berada di jenjang masa perkembangan remaja karena masa remaja merupakan masa yang paling rentan dalam perkembangan kejiwaan anak. Pada usia remaja ini, anak telah mennggalkan usia anak-anak dimana mereka tidak dapat disebut lagi sebagai anak kecil, tapi juga belum bisa diterima dalam kelompok orang dewasa. Pada masa ini anak telah mulai mencari-cari siapa dirinya sebenarnya, berusaha untuk menemukan kelompok atau teman-teman yang mau mengakui kemampuan dan menghargai dirinya dan telah mulai memiliki minat terhadap lawan jenis.
Masa remaja adalah masa pencarian jati diri, dan bisa saja dalam proses pencarian jati diri itu remaja tersebut melalui jalan jalan yang benar atau jalan yang salah. Apabila remaja gagal dalam mengembangkan rasa identitasnya, maka remaja akan kehilangan arah, bagaikan kapal yang kehilangan kompas, dan itu akan berdampak tidak baik terhadap perkembangan kepribadiannya dimasa yang akandatang. Itulah kenapa masa remaja adalah masa yang paling rawan terhadap pengaruh yang datang dari luar. Baik pengaruh positifataupun pengaruh yang negatif, disinalah peran orang tua dibutuhkan untuk dapat membimbing dan mengarahkan anak remaja agar tidak kehilangan kontrol dirinya.
Selain itu, perlu dibangun sinergi positif antara masyarakat sebagai konsumen dan media holder dengan pemerintah sebagai mediator. Masyarakat khususnya remaja perlu diajari bagaimana menilai dan menyeleksi teknologi yang muncul, bukannya terbawa oleh arus degradasi moral. Sehingga teknologi lebih dapat mengarahkan  ke arah arah yang lebih baik.










BAB III
ANALISIS
3.1     Analisis Teoritis
Kita  dapat menyaksikan bahwa percepatan tumbuhnya handphone telah mempengaruhi berbagai sendi kehidupan, bahkan telah mengikis nilai-nilai spiritual, sehingga membuat masyarakat kehilangan identitas, serta terasing dari diri, lingkungan, dan nilai-nlai moral yang dianutnya. Di sini, pendidikan dihadapkan pada masalah yang sangat mendasar.  Di satu sisi, dituntut mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, agar menjadi wahana untuk mengembangkan potensi peserta didik menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. 
   
Di sisi lain, kondisi masyarakat yang sedang sakit dan media yang sering menayangkan berbagai suasana kurang sehat, tidak menunjang terhadap pembentukan kualitas SDM yang diharapkan, bahkan akhir-akhir ini banyak tayangan media yang merupakan pembodohan massa, banyak program televisi dan CD  yang tidak sesuai dengan usia peserta didik padahal diperuntukkan bagi mereka, tidak sedikit tayangan yang bertentangan dengan ajaran agama, dan banyak pula program-program yang menyesatkan. Ini adalah tantangan tantangan berat terutama bagi perkembangan dunia pendidikan.

Gambaran di atas sangat jelas sekali bahwa kondisi sekarang ini pendidikan sedang dihadapkan pada permasalahan besar, yang tidak boleh dipandang sambil lalu saja. Akan tetapi perlunya suatu penanganan, penelitian, perumusan dan pemutusan jalan keluar bagi pendidikan anak terutama di usia-usia remaja.

3.2     Analisis Praktis
Masa remaja adalah masa pencarian jati diri, dan bisa saja dalam proses pencarian jati diri itu remaja tersebut melalui jalan jalan yang benar atau jalan yang salah. Apabila remaja gagal dalam mengembangkan rasa identitasnya, maka remaja akan kehilangan arah, bagaikan kapal yang kehilangan kompas, dan itu akan berdampak tidak baik terhadap perkembangan kepribadiannya dimasa yang akan datang. Itulah kenapa masa remaja adalah masa yang paling rawan terhadap pengaruh yang datang dari luar. Baik pengaruh positif ataupun pengaruh yang negatif, disinalah peran orang tua dibutuhkan untuk dapat membimbing dan mengarahkan anak remaja agar tidak kehilangan kontrol dirinya.
3.3     Metode Penelitian
a)    Metode Penelitian
Metode yang saya lakukan sebagai berikut : Dengan adanya pulsa yang diisikan di handphone, apakah digunakan pada waktu belajar ?
b)    Pelaksanaan Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di Jalan Panorama 2 No 9, Bandung pada 25-30 November 2012
c)    Objek yang diteliti
-    Agung Anggoro (Mahasiswa UPI, jurusan matematika, semester 1)
-    Ahmad Daskani (Mahasiswa UPI, jurusan ilmu komputer, semester 1)
-    Pandu W (Mahasiswa UPI, jurusan PKO, semester 5)
-    Rendiansyah Dwi (Mahasiswa UPI, jurusan psikologi, semester 5)
-    Robbi Putra P (Mahasiswa UPI, jurusan pendidikan bahasa jepang, semester 1)
d)    Hasil Penelitian
Hasil analisis menunjukkan hasil yang tidak memuaskan, dari 5 orang yang diteliti, hanya 1 orang yang tidak menggunakan handphonenya saat waktu jam belajar, sedangkan yang sisanya hanya menghabiskan waktu dengan bermain handphone. Jadi, kesimpulan hasil penelitian ini masih banyak remaja yang menggunakan handphone diwaktu belajar.

BAB IV
PENUTUP
4.1     Kesimpulan
Teknologi merupakan pengetahuan terhadap penggunaan alat dan kerajinan, dan bagaimana hal tersebut mempengaruhi kemampuan untuk mengontrol dan beradaptasi dengan lingkungan alamnya. Teknologi juga dapat diartikan sebagai alat-alat yang dibuat atau yang dirancang manusia yang bertujuan unuk mempermudah kegiatan-kegiatan manusia.
    Komunikasi adalah suatu proses penyampaian informasi (pesan, ide, gagasan) dari satu pihak ke pihak yang lain agar terjadi saling mempengaruhi diantara keduanya.
    Jadi, teknologi konunikasi adalah sistem elektronik yang digunakan untuk berkomunikasi antar induvidu atau kelompok orang. Teknologi komunikasi memfasilitasi komunikasi antar induvidu atau kelompok orang yang tidak bertemu secara fisik di lokasi yang sama. Teknologi komunikasi dapat berupa telepon, fax, radio, televisi, e-mail dan lain sebagainya.
Dampak positif dari penggunaan handphone dan internet adalah :
-    Internet sebagai media komunikasi
-    Media pertukaran data
-    Media untuk mencari informasi
-    Fungsi komunitas
-    Mempermudah proses pembelajaran
-    Mempermudah komunikasi untuk bersilahturahmi
-    Sarana untuk hiburan
-    Remaja tidak gagap teknologi



Penyalahguaan handphone dan internet oleh para remaja adalah :
-    Penyalahgunaan fitur yang terdapat dalam handpone
-    Penyalahgunaan perangkat keras pada handphone
-    Perubahan pola pikir pada remaja
-    Pemborosan
Tindakan yang dilakukan untuk menghindari penyalahgunaan pada teknologi komunikasi adalah dengan menggunakan teknologi komunikasi seperlunya dan penggunaannya sesuai dengan kondisi.

4.2    Saran
- Diharapkan kepada masyarakat khususnya kepada remaja, untuk menggunakan nalarnya dan pikirannya dalam memanfaatkan teknologi komunikasi, menggunakan teknologi komunikasi seperlunya dan sesuai dengan kondisi agar beragam dampak buruk dari teknologi komunikasi tidak terjadi.
- Berdasarkan hasil penelitian diatas disarankan bahwa menggunakan handphone lebih baik tidak pada waktu belajar.
- Dengan penugasan membuat makalah ini, akan memacu kreativitas berpikir, memperluas cakrawala berpikir, dan meningkatkan minat membaca.
- Kepada seluruh pembaca kiranya memberikan kritikan yang bersifat membangun sehingga apa yang kita harapakan dari isi tulisan ini dapat bergua bagi masyarakat.






DAFTAR PUSTAKA
Gunarsa, S. D. (2000). Psikologi Perkembangan: Anak dan Remaja. Jakarta: BPK. Gunung Mulia.
Juniar, P. (2012).Pengaruh Kemajuan Teknologi Terhadap Remaja. Diakses dari pupujuniar.blogspot.com pada tanggal 25 November 2012
Setiono, L.H. (2002). Beberapa Permasalahan Remaja. Diakses dari www.e-psikologi.com pada tanggal 25 November 2012.
Tambunan, R. (2001). Diakses dari www.e-psikologi.com pada tanggal 25 November 2012.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ORGANISASI DAN LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM DI INDONESIA

Harun Nasution: Biografi dan Pemikirannya

HARUN NASUTION: BIOGRAFI DAN PEMIKIRANNYA Diajukan untuk memenuhi tugas makalah mata kuliah Pemikiran Islām Kontemporer yang diampu oleh Dr. Endis Firdaus, M.Ag dan Cucu Surahman, M.Ag, MA




Oleh M. Jiva Agung                        (1202282)



PROGRAM STUDI ILMU PENDIDIKAN AGAMA ISLĀM FAKULTAS PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA BANDUNG 2015

KATA PENGANTARPuji dan Syukur kami panjatkan kepada Allāh karena berkat limpahan Rahmat dan Karunia-Nya saya dapat menyusun makalah ini tepat pada waktunya. Makalah ini membahas tentang “Harun Nasution: Biografi dan Pemikirannya”. Saya menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, baik dari bentuk penyusunan maupun materinya. Maka dari itu, harapan saya semoga makalah ini dapat membantu menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, tak lupa juga kritik konstruktif dan saran yang membangun dari anda sangat kami harapkan untuk memperbaiki bentuk maupun isi makalah ini sehingga kedepannya dapat lebih baik.

Sikap manusia terhadap binatang dan tumbuh-tumbuhan

Manusia diciptakan oleh Tuhan untuk menjadi khalifah di muka bumi (Al-Baqarah: 30). Apakah sebenarnya khalifah itu? Ahli tafsir Indonesia, Quraish Shihab menyatakan bahwa kata khalifah pada mulanya berarti menggantikan atau yang datang sesudah siapa yang datang sebelumnya. Dapat juga diartikan sebagai wakil. Maka dari itu sahabat Rasul yang empat –Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali- disebut sebagai khulafau-rasyidin. Yaitu wakil Rasul sepeninggal beliau. Kita sering dituntut untuk bertawakal, yang berarti berserah diri. Karena jika manusia telah melakukan usaha dengan semaksimal mungkin, tinggal menyerahkan/ mewakilkan urusannya kepada Sang Khalik. Sehingga manusia disebut khalifah, karena merekalah yang akan menjadi wakil Allah untuk melestarikan bumi ini. Tetapi jangan anda pikir bahwa manusia menjadi berstatus Tuhan yang melakukan sesuatu sekehendaknya. Tidak. Manusia hanya diberikan mandat berupa hal-hal yang telah ditentukan oleh-Nya. Kekhalifahan menuntut adanya interaksi antara manus…